Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 September 2015

Macam-Macam Budaya Lokal di Indonesia


Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang multicultural karena masyarakatnya terdiri dari berbagai suku bangsa dengan budayanya masing-masing yang berbeda-beda. Oleh karena itu di Indonesia berkembang berbagai budaya local yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Budaya local itu merupakan unsure pembentuk budaya nasional. Sehingga keseluruhan budaya local yang berkembang di masyarakat Indonesia merupakan budaya nasional bangsa Indonesia.
Berikut ini beberapa contoh budaya local yang berkembang di masyarakat Indonesia:
1.     Tradisi Upacara Labuhan Merapi (Budaya masyarakat Yogyakarta khususnya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat).
2.     Tradisi Ngaben (Budaya masyarakat Hindu-Bali)
3.     Tradisi Batapung Tawar Maayun (Budaya masyarakat Martapura, Amuntai, Kandangan dan Banjarmasin)
4.     Karaban Sapi (Budaya masyarakat Madura)

5.     Tradisi Selamatan Dalam Lingkaran Hidup Manusia (Budaya masyarakat Jawa)

Senin, 06 April 2015

Pengertian Budaya, Budaya Lokal dan Budaya Nasional


A.    Pengertian Budaya / Kebudayaan
1.     Secara Etimologi.
Menurut asal katanya, Kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu “buddayah” yang merupakan bentuk jamak dari kata “buddi” yang artinya budi atau akal. Jadi secara etimologi kebudayaan diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan dikenal dengan istilah culture yang berasal dari bahasa Latin “colere”, yaitu mengolah atau mengerjakan tanah (bertani).
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat, sehingga dapat dinyatakan dengan kalimat: “ Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan, sehigga tidak ada masyarakat yang tidak menghasilkan kebudayaan. Sebaliknya tidak ada kebudayaan tanpa masyarakat sebagai wadah dan pendukungnya”.

2.     Menurut Para Ahli
Ada beberapa pengertian/definisi tentang kebudayaan yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya yaitu menurut:
a.     E.B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hokum, adapt istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
b.    Ralp Linton
Kebudayaan adalah kofigurasi dan hasil dari tingkah laku yang dipelajari, yang unsure-unsur penentunya dimiliki bersama dan dilanjutkan  oleh anggota masyarakat tertentu.
c.     M.Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi benituiki teknologi sosial, ideology, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuannya merupakan warisan sosial.
d.    Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi
Kebudayaan merupakan sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
e.     Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar.
           
            Selain beberapa definisi tersebut, ada beberapa pendapat lain dari para ahli yang berkaitan dengan kebudayaan.
a.     Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa:
Segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Hal tersebut diistilahkan dengan cultural-dererminism.
Herskovits juga memandang kebudayaan sebagai suatu yang turun-temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang disebut Superorganic.
b.    J.J. Honingmann membedakan wujud kebudayaan menjadi 3, yaitu ideas, activities, dan artifacts.
c.     Koentjaraningrat membagi kebudayaan menjadi 4 wujud, antara lain:
·         Artifak/benda-benda fisik semua hasil karya manusia yang bersifat konkret yang dapat diraba/difoto.
·         Sistem tingkah laku dan tindakan berpola manusia yang merupakan penggambaran wujud tingkah laku manusia yang bersifat konkret, dapat difoto dan difilmkan.
·         Sistem budaya yaitu system gagasan menggambarkan wujud gagasan dari kebudayaan yang berada dalam alam pikiran tiap individu, sifatnya abstrak, tidak dapat difoto dan difilmkan, hanya dapat diketahui dan dipahami.
·         Sistem gagasan yang ideologis yang menentukan sifat dan corak pikiran, cara berpikir, serta tingkah laku manusia.

B.    Pengertian Budaya Lokal dan Nasional
1.     Budaya Lokal
Budaya Lokal adalah budaya yang yang berkembang di daerah-daerah dan merupakan milik suku-suku bangsa di wilayah nusantara Indonesia. Budaya local hidup dan berkembang di masing-masing daerah/suku bangsa yang ada di seluruh Indonesia.
Contoh
·         Budaya Selamatan dalam lingkaran Hidup Manusia di Suku Bangsa Jawa                (Mitoni/Tingkep, Brokohan, Puputan, Sunatan, Perkawinan, Selamatan orang yang sudah meninggal, dll)
·         Budaya Garebeg Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat
·         Budaya Ngaben untuk masyarakat Suku Bangsa Bali
·         Dll
2.     Budaya Nasional
Budaya Nasional adalah kebudayaan yang terbentuk dari keseluruhan budaya local yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Indonesia sertah hasil serapan dari budaya asing atau budaya global, dengan ikatan yang menjadi cirri khas seluruh budaya di Indonesia yaitu nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Koentjaraningrat menyatakan bahwa kebudayaan nasional berfungsi sebagai pemberi identitas kepada suatu nation sebagai kontinuitas sejak kejayaan bangsa Indonesia pada masa lampau sampai kebudayaan nasional masa kini.
Pasal 32 UUD 1945 menyatakan: “Kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budinya rakyat Indonesia seluruhnya”.
Perwujudan Budaya Nasional
a.     Secara abstrak budaya nasional terwujud dalam system gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia.
b.    Sedangkan perwujudan konkret dari budaya nasional berupa
·         cara berbahasa
·         cara berperilaku
·         cara berpakaian

·         dan peralatan hidup

Senin, 08 April 2013

Pengaruh Kolonialisme dan Imperialisme terhadap bangsa Indonesia



1. Bidang Politik

    a. Pamong praja yang dulu berdasarkan garis keturunan diubah menjadi sistem kepegawaian

    b. Jawa menjadi pusat pemerintahan dan membaginya menjadi wilayah perfektur

    c. Hukum yang dulu menggunakan hukum adat diubah menggunakan sistem hukum barat modern

    d. Kebijakan yang diambil raja dicampuri Belanda

2. Bidang Ekonomi

    a. Belanda membuka tambang minyak bumi di Tarakan Kaltim

    b. Belanda membangun rel kereta api untuk memperlancar arus perdagangan

    c. Liberalisme ekonomi

3. Bidang Sosial

    a. Pembentukan status sosial dimana yang tertinggi adalah orang Eropa, Asia dan Timur jauh baru kaum pribumi

    b. Struktur penguasa lokal lenyap

4. Bidang Budaya

    a. Westernisasi menyebar lewat jalur pendidikan dan pemerintahan

    b. Birokrat menggunakan bahasa Belanda sebagai simbol status mereka

    c. Masuknya agama Katholik dan Protestan